Powered By Blogger

Thursday, June 4, 2015

Hari Terakhir Mengajar di Yayasan Anak Langit

Nama     : Vincent
NIM       : 1801415431
Tanggal  : Rabu, 3 Juni 2015

Hari ini adalah hari terakhir kami mengajar di Yayasan Anak Langit. Sebenarnya kami juga sedikit merasa sedih karena sudah mau berpisah dengan anak-anak disana, tapi kami juga tetap lanjut membawakan pelajaran. Sesampainya disana, kami pun menyuruh salah satu dari anak-anak itu mengumpulkan teman-temannya untuk lanjut belajar.

Karena hari ini banyak anak baru yang ikut pelajaran kita jadi kita harus mengajari mereka dari awal seperti vocab, arti kata dan sebagainya. Kami juga telah menyiapkan hadiah untuk anak-anak disana dan tampaknya mereka sangat senang. 2 jam pun berlalu dan sudah saatnya kami melakukan perpisahan dengan anak-anak disana. Kami pun berfoto bersama sebagai kenang-kenangan.





Mengajar di Yayasan Anak Langit (Hari 2)

Nama     : Vincent
NIM       : 1801415431
Tanggal  : Senin, 1 Juni 2015


Hari ini adalah hari kedua mengajar di Yayasan Anak Langit. Sesampai disana, kami melihat disana sangat kosong karena semua anak-anaknya masih belum pulang dari sekolah karena ada ulangan sekolah. Lalu kami pun menunggu sampai salah satu anak yang membuat janji dengan kami tersebut pulang dan mengumpulkan teman-temannya untuk belajar.

Kami pun mulai mengajar bahasa inggris yang lebih advanced karena banyak dari mereka yang sudah mengerti dasar-dasarnya. Kami mengajar bagaimana cara menyapa dan cara berbicara dengan fasih menggunakan bahasa inggris. Ternyata buku panduan yang digunakan di sekolah mereka kurang bagus dan pelajarannya juga tidak dibawakan dengan baik sehingga mereka masih kurang mengerti prinsip-prinsipnya.

Kami pun kemudian mengajar dari awal lagi tentang peraturan atau grammar dalam bahasa inggris supaya mereka tidak tersesat ketika mereka ingin mempelajari lebih dalam lagi. Kami membawa hadiah permen untuk dibagikan kepada mereka yang bisa menjawab pertanyaan dan anak-anak disana tampak semangat. Kami juga melihat ada teman-teman dari binus yang datang untuk mengajar di shift selanjutnya sehingga setelah kami selesai mengajar, kami pun membiarkan mereka untuk melanjutkan materi yang ingin diajarkan.




Mengajar di Yayasan Anak Langit (Hari 1)

Nama     : Vincent
NIM       : 1801415431
Tanggal  :Sabtu, 30 Mei 2015.

Hari ini adalah hari pertama kami mengajar di Yayasan Anak Langit. Cuaca yang bagus ini sangat mendukung kegiatan kami untuk proses belajar mengajar di luar ruangan. Pada saat pertama kali kami sampai disana, kami bertemu dengan pemilik yayasan tersebut yang dan memperkenalkan diri kami. Pemilik yayasan tersebut sangat ramah dan dia berbicara sambil menyediakan tempat duduk untuk kami untuk membahas jadwal yang telah ditentukan.

Tidak lama kemudian dia langsung menyuruh salah satu dari anak-anak disana untuk memanggil teman-temannya berkumpul untuk belajar bersama, dan kemudian kami pun memulai pelajarannya.
Sebelum kami mulai, kami memperkenalkan diri kami kepada anak-anak disana dan mereka juga memperkenalkan diri mereka masing-masing. Kami bertanya tentang hal-hal apa saja yang sudah mereka pelajari di sekolah supaya kami dapat mengerti apa yang cocok untuk diajarkan kepada mereka.

Kemudian kami pun memulai mengajar Bahasa Inggris pada mereka. Ada beberapa dari mereka yang sudah SMP dan juga banyak yang belum sekolah sehingga kami kesusahan untuk memilih materi apa yang cocok untuk diajarkan kepada mereka. Kemudian kami mengajak mereka untuk bermain game tebak-tebakan seperti Hangman. Setelah 2 jam, kami berpamitan kepada anak-anak dan pemilik yayasan disana dan membuat janji kepada anak-anaknya untuk kembali mengajar lagi pada hari Senin.





Thursday, November 27, 2014

Proses Pembuatan Lubang Biopori

Hari Kedua

Untuk hari kedua ini kami menyelesaikan 4 lubang biopori dan melakukan pengamatan terhadap 6 lubang biopori yang kami buat pada hari pertama.
Proses pembuatan lubang biopori di hari kedua ini agak terhambat karena cuaca yang pada saat itu sedang gerimis membuat tanah menjadi becek.
Yah, seperti yang telah kita ketahui sebelumnya, untuk membuat lubang tersebut pertama membuat lubang dengan kedalaman secukupnya, lalu masukan pipa dan jangan lupa isi pipa dengan kompos atau daun kering lalu tutup dengan penutup pipa.


Kami sempat melakukan pengetesan terhadap salah satu lubang biopori yang telah kami buat, apakah air meresap dengan baik atau tidak, dan ternyata setelah disiram dengan air ternyata air meresap dengan baik.
(Mohon maaf jika tidak ada foto saat melakukan pengetesan)


Setelah semua selesai dan dirasa cukup kami segera menyudahi pekerjaan kami dan kembali kerumah masing - masing.
Demikian untuk tugas TFI yang diberikan kepada kami, senang rasanya kami bisa menyelesaikan semuanya dengan baik. Akhir kata saya ucapkan terimakasih.

Note: Sekali lagi mohon maaf jika tidak ada foto di postingan ini sama sekali. ( -,-)

Wednesday, November 19, 2014

Proses Pembuatan Lubang Biopori

Kami mahasiswa Binus University mendapat tugas dari TFI(Teach for Indonesia) untuk membuat lubang biopori. Kami diwajibkan untuk membuat 10 lubang biopori yang berlokasi di Yayasan Arahman(Tangerang Selatan).Tujuan pembuatan lubang biopori ini adalah untuk meresap air agar tidak terjadi banjir.  Pertama yang kami lakukan adalah membeli 10 pipa yang panjangnya sekita 50-75cm serta tutup pipa dan alat bor.

Kemudian kami menempuh jarak yang cukup jauh ke lokasi pembuatan lubang tersebut. Hari pertama kami berhasil menyelesaikan 6 lubang pada tanggal 1 November 2014.


 Saya akan memberi tahu anda cara membuat lubang biopori tersebut.

 Pertama gali tanahnya untuk membuat lubang
 



 Kemudian masukkan pipanya kedalam lubang
 



 Setelah itu masukkan kompos kedalam pipa
 



Dan selesailah proses pembuatan lubang biopori tersebut


Kami sangat senang karena berhasil menyelesaikan lubang biopori tersebut. Selanjutnya yang kami lakukan adalah mengamati lubang biopori yang telah selesai dibuat dan membuat sisanya pada tanggal 8 November 2014.

Saturday, November 8, 2014

Pembuatan Lubang Biopori (Hari Kedua)

Sabtu , 8 November 2014

Pada kesempatan ini , saya ingin menceritakan kegiatan pembuatan lubang biopori hari ini di Yayasan Arrahman (Komplek RS Sitanala) , Tangerang . Sungguh menyenangkan melihat lubang-lubang ini bekerja dengan baik. Saya melanjutkan untuk membuat 4 lubang biopori untuk hari ini.

Puji syukur pada Tuhan Yang Maha Esa, cuaca disini mendung dan sepertinya akan turun hujan lagi , karena ketika kami sampai tanah disana terlihat basah. Penggalian memudahkan kami di permukaan tanah tetapi tetap keras ketika penggalian dilakukan mendalam. Ketika penggalian dirasa cukup , pipa dimasukkan ke dalam tanah yang sudah digali.

Saya memasukkan pipa ke dalam lubang galian.

Pipa kemarin diisi dengan kompos.

Saya melakukan pengamatan terhadap lubang biopori yang kami buat minggu lalu. Sejauh ini tidak ada kendala dalam pemanfaatannya. Sampai hari ini , kami sudah berhasil membuat 10 lubang biopori. Hari ini meski cuaca agak gerimis tetapi kami tetap bersikukuh untuk membuat lubang biopori. Semoga lubang biopori ini akan semakin banyak dibuat dan bermanfaat. Sekian dan terima kasih.

Pembuatan Lubang Biopori (Hari Pertama)

Sabtu, 1 November 2014.


Saya, Audy, Gusmavin, Steven, Sam, dan Vincent pergi menuju tempat pembuatan lubang biopori di Yayasan Arrahman (kompleks RS Sitanala) , Tangerang. Ini pertama kali saya membuat lubang biopori. Ini akan menjadi pengalaman saya yang berharga dalam mempelajari kerja sama. Semua dimulai ketika kami datang ke lokasi. Cuaca saat itu panas dan tanah tanpa rumput disana retak-retak menandakan bagaimana keringnya tanah tersebut.

Kami memulai dengan menyiapkan cangkul , linggis , pipa dan tutupnya yang sudah dilubangi. Kami mulai mencangkul tanah terlebih dahulu kemudian dilanjutkan dengan menggali menggunakan linggis untuk membentuk lubang agar seperti pipa. Ketika lubang telah selesai dibuat , pipa yang dilubangi dimasukkan kompos (dedaunan) agar tidak menjadi sarang nyamuk. Setelah itu , pipa ditutup dengan tutup pipa dan bagian leher pipa dipadatkan.

Tanah disini cukup sulit digali mengingat kondisi cuaca dan jenis tanah yang memang agak keras. Sehingga memaksa kami menggunakan tenaga ekstra dan dibantu dengan siraman air agar tanah menjadi lembut dan mudah untuk digali.
Saya memasukkan kompos ke dalam pipa.

Saya memasukkan pipa ke dalam tanah.

Dari kiri ke kanan : Saya,Audy,Steven,Sam,Gusmavin,dan Vincent.
Hari yang melelahkan dan saya bersyukur atas Rahmat Tuhan Yang Maha Esa karena 6 lubang biopori telah dibuat. Kebersamaan kami dalam pelaksanaan kegiatan ini turut menyukseskan hasil pada hari ini. Kami akan melanjutkan pembuatan lubang biopori ini pada tanggal 8 November 2014. Sekian dan terima kasih.