Hari Kedua
Untuk hari kedua ini kami menyelesaikan 4 lubang biopori dan melakukan pengamatan terhadap 6 lubang biopori yang kami buat pada hari pertama.
Proses pembuatan lubang biopori di hari kedua ini agak terhambat karena cuaca yang pada saat itu sedang gerimis membuat tanah menjadi becek.
Yah, seperti yang telah kita ketahui sebelumnya, untuk membuat lubang tersebut pertama membuat lubang dengan kedalaman secukupnya, lalu masukan pipa dan jangan lupa isi pipa dengan kompos atau daun kering lalu tutup dengan penutup pipa.
Kami sempat melakukan pengetesan terhadap salah satu lubang biopori yang telah kami buat, apakah air meresap dengan baik atau tidak, dan ternyata setelah disiram dengan air ternyata air meresap dengan baik.
(Mohon maaf jika tidak ada foto saat melakukan pengetesan)
Setelah semua selesai dan dirasa cukup kami segera menyudahi pekerjaan kami dan kembali kerumah masing - masing.
Demikian untuk tugas TFI yang diberikan kepada kami, senang rasanya kami bisa menyelesaikan semuanya dengan baik. Akhir kata saya ucapkan terimakasih.
Note: Sekali lagi mohon maaf jika tidak ada foto di postingan ini sama sekali. ( -,-)
Thursday, November 27, 2014
Wednesday, November 19, 2014
Proses Pembuatan Lubang Biopori
Kami mahasiswa Binus University mendapat tugas dari TFI(Teach for Indonesia) untuk membuat lubang biopori. Kami diwajibkan untuk membuat 10 lubang biopori yang berlokasi di Yayasan Arahman(Tangerang Selatan).Tujuan pembuatan lubang biopori ini adalah untuk meresap air agar tidak terjadi banjir. Pertama yang kami lakukan adalah membeli 10 pipa yang panjangnya sekita 50-75cm serta tutup pipa dan alat bor.
Kemudian kami menempuh jarak yang cukup jauh ke lokasi pembuatan lubang tersebut. Hari pertama kami berhasil menyelesaikan 6 lubang pada tanggal 1 November 2014.
Saya akan memberi tahu anda cara membuat lubang biopori tersebut.
Pertama gali tanahnya untuk membuat lubang

Kemudian masukkan pipanya kedalam lubang

Setelah itu masukkan kompos kedalam pipa

Dan selesailah proses pembuatan lubang biopori tersebut
Kami sangat senang karena berhasil menyelesaikan lubang biopori tersebut. Selanjutnya yang kami lakukan adalah mengamati lubang biopori yang telah selesai dibuat dan membuat sisanya pada tanggal 8 November 2014.
Kemudian kami menempuh jarak yang cukup jauh ke lokasi pembuatan lubang tersebut. Hari pertama kami berhasil menyelesaikan 6 lubang pada tanggal 1 November 2014.
Saya akan memberi tahu anda cara membuat lubang biopori tersebut.
Pertama gali tanahnya untuk membuat lubang

Kemudian masukkan pipanya kedalam lubang

Setelah itu masukkan kompos kedalam pipa

Dan selesailah proses pembuatan lubang biopori tersebut
Kami sangat senang karena berhasil menyelesaikan lubang biopori tersebut. Selanjutnya yang kami lakukan adalah mengamati lubang biopori yang telah selesai dibuat dan membuat sisanya pada tanggal 8 November 2014.
Saturday, November 8, 2014
Pembuatan Lubang Biopori (Hari Kedua)
Sabtu , 8 November 2014
Pada kesempatan ini , saya ingin menceritakan kegiatan pembuatan lubang biopori hari ini di Yayasan Arrahman (Komplek RS Sitanala) , Tangerang . Sungguh menyenangkan melihat lubang-lubang ini bekerja dengan baik. Saya melanjutkan untuk membuat 4 lubang biopori untuk hari ini.
Puji syukur pada Tuhan Yang Maha Esa, cuaca disini mendung dan sepertinya akan turun hujan lagi , karena ketika kami sampai tanah disana terlihat basah. Penggalian memudahkan kami di permukaan tanah tetapi tetap keras ketika penggalian dilakukan mendalam. Ketika penggalian dirasa cukup , pipa dimasukkan ke dalam tanah yang sudah digali.
Saya melakukan pengamatan terhadap lubang biopori yang kami buat minggu lalu. Sejauh ini tidak ada kendala dalam pemanfaatannya. Sampai hari ini , kami sudah berhasil membuat 10 lubang biopori. Hari ini meski cuaca agak gerimis tetapi kami tetap bersikukuh untuk membuat lubang biopori. Semoga lubang biopori ini akan semakin banyak dibuat dan bermanfaat. Sekian dan terima kasih.
Pada kesempatan ini , saya ingin menceritakan kegiatan pembuatan lubang biopori hari ini di Yayasan Arrahman (Komplek RS Sitanala) , Tangerang . Sungguh menyenangkan melihat lubang-lubang ini bekerja dengan baik. Saya melanjutkan untuk membuat 4 lubang biopori untuk hari ini.
Puji syukur pada Tuhan Yang Maha Esa, cuaca disini mendung dan sepertinya akan turun hujan lagi , karena ketika kami sampai tanah disana terlihat basah. Penggalian memudahkan kami di permukaan tanah tetapi tetap keras ketika penggalian dilakukan mendalam. Ketika penggalian dirasa cukup , pipa dimasukkan ke dalam tanah yang sudah digali.
![]() |
| Saya memasukkan pipa ke dalam lubang galian. |
![]() |
| Pipa kemarin diisi dengan kompos. |
Saya melakukan pengamatan terhadap lubang biopori yang kami buat minggu lalu. Sejauh ini tidak ada kendala dalam pemanfaatannya. Sampai hari ini , kami sudah berhasil membuat 10 lubang biopori. Hari ini meski cuaca agak gerimis tetapi kami tetap bersikukuh untuk membuat lubang biopori. Semoga lubang biopori ini akan semakin banyak dibuat dan bermanfaat. Sekian dan terima kasih.
Pembuatan Lubang Biopori (Hari Pertama)
Sabtu, 1 November 2014.
Saya, Audy, Gusmavin, Steven, Sam, dan Vincent pergi menuju tempat pembuatan lubang biopori di Yayasan Arrahman (kompleks RS Sitanala) , Tangerang. Ini pertama kali saya membuat lubang biopori. Ini akan menjadi pengalaman saya yang berharga dalam mempelajari kerja sama. Semua dimulai ketika kami datang ke lokasi. Cuaca saat itu panas dan tanah tanpa rumput disana retak-retak menandakan bagaimana keringnya tanah tersebut.
Kami memulai dengan menyiapkan cangkul , linggis , pipa dan tutupnya yang sudah dilubangi. Kami mulai mencangkul tanah terlebih dahulu kemudian dilanjutkan dengan menggali menggunakan linggis untuk membentuk lubang agar seperti pipa. Ketika lubang telah selesai dibuat , pipa yang dilubangi dimasukkan kompos (dedaunan) agar tidak menjadi sarang nyamuk. Setelah itu , pipa ditutup dengan tutup pipa dan bagian leher pipa dipadatkan.
Tanah disini cukup sulit digali mengingat kondisi cuaca dan jenis tanah yang memang agak keras. Sehingga memaksa kami menggunakan tenaga ekstra dan dibantu dengan siraman air agar tanah menjadi lembut dan mudah untuk digali.
Hari yang melelahkan dan saya bersyukur atas Rahmat Tuhan Yang Maha Esa karena 6 lubang biopori telah dibuat. Kebersamaan kami dalam pelaksanaan kegiatan ini turut menyukseskan hasil pada hari ini. Kami akan melanjutkan pembuatan lubang biopori ini pada tanggal 8 November 2014. Sekian dan terima kasih.
Saya, Audy, Gusmavin, Steven, Sam, dan Vincent pergi menuju tempat pembuatan lubang biopori di Yayasan Arrahman (kompleks RS Sitanala) , Tangerang. Ini pertama kali saya membuat lubang biopori. Ini akan menjadi pengalaman saya yang berharga dalam mempelajari kerja sama. Semua dimulai ketika kami datang ke lokasi. Cuaca saat itu panas dan tanah tanpa rumput disana retak-retak menandakan bagaimana keringnya tanah tersebut.
Kami memulai dengan menyiapkan cangkul , linggis , pipa dan tutupnya yang sudah dilubangi. Kami mulai mencangkul tanah terlebih dahulu kemudian dilanjutkan dengan menggali menggunakan linggis untuk membentuk lubang agar seperti pipa. Ketika lubang telah selesai dibuat , pipa yang dilubangi dimasukkan kompos (dedaunan) agar tidak menjadi sarang nyamuk. Setelah itu , pipa ditutup dengan tutup pipa dan bagian leher pipa dipadatkan.
Tanah disini cukup sulit digali mengingat kondisi cuaca dan jenis tanah yang memang agak keras. Sehingga memaksa kami menggunakan tenaga ekstra dan dibantu dengan siraman air agar tanah menjadi lembut dan mudah untuk digali.
![]() |
| Saya memasukkan kompos ke dalam pipa. |
![]() |
| Saya memasukkan pipa ke dalam tanah. |
![]() |
| Dari kiri ke kanan : Saya,Audy,Steven,Sam,Gusmavin,dan Vincent. |
Tuesday, November 4, 2014
Hari Pertama Laporan Pembuatan Lubang Biopori
Day 1
Hari pertama tanggal 1 November 2014 tugas kami dari TFI (Teach For Indonesia) dilaksanakan. Kami ditugaskan untuk membuat 10 lubang biopori yang bertujuan untuk mencegah banjir yang melanda di daerah ini. Namun pada hari pertama kami, kami hanya mampu membuat 6 lubang terlebih dahulu. Kegiatan ini dilaksanakan di yayan Arrahman yang terletak di daerah Tangerang Selatan.
Langkah pertama yang kami lakukan adalah mencari tanah yang mudah untuk digali, setelah kami amati, akhirnya kami menemukan tanah tersebut. Kami pun mulai menggali tanah tersebut dengan cangkul, namun sepertinya seluruh tanah disana agak padat sehingga kami sedikit kesulitan dalam menggali tanah tersebut.
Setelah menggali kami pun lanjut ke langkah selanjutnya, yaitu meggunakan linggis untuk membuat lubang yang lebih dalam sekitar 1 meter.
Setelah membuat lubang dengan kedalaman kira-kira 1 meter, kami memasukan pipa dengan panjang kurang lebih 50-75cm yang telah dilubangi secukupnya di setiap sisinya. Lalu diisi dengan daun kering di atas pipa. Setelah itu kami menutupnya dengan penutup pipa.
6 lubang bioporipun akhirnya telah berhasil kami buat, lalu langkah selanjutnya adalah mengamati hasil kerja kami. Dan pada kegiatan di hari selanjutnya, kami akan membuat 4 sisa lubang biopori yang belum kami buat. Terima Kasih.
Hari pertama tanggal 1 November 2014 tugas kami dari TFI (Teach For Indonesia) dilaksanakan. Kami ditugaskan untuk membuat 10 lubang biopori yang bertujuan untuk mencegah banjir yang melanda di daerah ini. Namun pada hari pertama kami, kami hanya mampu membuat 6 lubang terlebih dahulu. Kegiatan ini dilaksanakan di yayan Arrahman yang terletak di daerah Tangerang Selatan.
Langkah pertama yang kami lakukan adalah mencari tanah yang mudah untuk digali, setelah kami amati, akhirnya kami menemukan tanah tersebut. Kami pun mulai menggali tanah tersebut dengan cangkul, namun sepertinya seluruh tanah disana agak padat sehingga kami sedikit kesulitan dalam menggali tanah tersebut.
Setelah menggali kami pun lanjut ke langkah selanjutnya, yaitu meggunakan linggis untuk membuat lubang yang lebih dalam sekitar 1 meter.
Setelah membuat lubang dengan kedalaman kira-kira 1 meter, kami memasukan pipa dengan panjang kurang lebih 50-75cm yang telah dilubangi secukupnya di setiap sisinya. Lalu diisi dengan daun kering di atas pipa. Setelah itu kami menutupnya dengan penutup pipa.
6 lubang bioporipun akhirnya telah berhasil kami buat, lalu langkah selanjutnya adalah mengamati hasil kerja kami. Dan pada kegiatan di hari selanjutnya, kami akan membuat 4 sisa lubang biopori yang belum kami buat. Terima Kasih.
Proses pembuatan lubang biopori
Proses pembuatan lubang biopori
Pembuatan lubang biopori kelompok kami,dimulai pada hari Sabtu ,1 November 2014,tugas lubang biopori adalah tugas yang dibuat untuk mahasiswa Binus University agar menjadi mahasiswa yang berkarakter serta peduli terhadap lingkungan sekitar,tugas ini diberikan lewat pelajar CB Pancasila oleh TFI(Teach For Indonesia),dan kami harus membuat 10 lubang biopori,dan guna dari lubang biopori ini adalah untuk mencegah banjir,caranya adalah dengan menjadikan lubang ini sebagai sumber resapan air saat terjadi hujan.Di hari sabtu ini,kami berencana untuk memulai tugas biopori kami di daerah tangerang selatan,yaitu yayasan arrahman,cukup jauh dari universitas kami,kami pun belum tahu jelas tentang tempatnya,maka kami sedikit tersesat,namun pada akhirnya kami menemukan tempatnya.
pada hari sabtu ini kami berencana untuk membuat 6 lubang terlebih dahulu,karena kemungkinan tidak akan selesai apabila dikerjakan langsung 10 lubang,selain karena waktu,juga karena kondisi tanah yang cukup keras untuk digali,tidak mungkin kami menggali 10 buah lubang sekaligus,dan menanam lubangnya dengan waktu hanya beberapa jam.
tahap awal yang kami lakukan adalah menggali tanah yang ingin kami tanami dengan pipa yang panjangnya adalah 50-75 cm dengan cangkul dan linggis.
tahap kedua adalah setelah lubang sudah berhasil kami gali cukup dalam,kira kira sekitar 1m,maka kami melanjutkan ke tahap selanjutnya yaitu memasukkan pipa yang telah kami lubangi,guna lubang tersebut adalah,agar air bisa keluar lewat lubang pipa tersebut dan air masuk kedalam tanah.
tahap ketiga ,pada tahap ini kami sudah berhasil memasukkan pipa kedalam tanah,namun kami tidak lupa untuk memberikan tutup untuk pipa yang telah kami masukkan di tanah,agar kaki masyarakat sekitar tidak tersangkut didalam lubang biopori yang telah kami buat tadi.
akhirnya ,kami selesai dengan 1 lubang biopori,untuk membuat satu lubang dibutuhkan waktu yang cukup lama,kira kira sampai 30 menit,hal ini disebabkan kondisi tanah yang cukup keras,karena kondisi tanah yang kering,serta banyak bebatuan yang menghalangi .
selanjutnya kami lanjutkan lagi hingga 6 lubang biopori,untuk 4 lubang biopori lagi,akan kami laksanakan pada hari yang akan datang,Terima kasih untuk membaca laporan saya mengenai tugas lubang biopori :)
Pembuatan lubang biopori kelompok kami,dimulai pada hari Sabtu ,1 November 2014,tugas lubang biopori adalah tugas yang dibuat untuk mahasiswa Binus University agar menjadi mahasiswa yang berkarakter serta peduli terhadap lingkungan sekitar,tugas ini diberikan lewat pelajar CB Pancasila oleh TFI(Teach For Indonesia),dan kami harus membuat 10 lubang biopori,dan guna dari lubang biopori ini adalah untuk mencegah banjir,caranya adalah dengan menjadikan lubang ini sebagai sumber resapan air saat terjadi hujan.Di hari sabtu ini,kami berencana untuk memulai tugas biopori kami di daerah tangerang selatan,yaitu yayasan arrahman,cukup jauh dari universitas kami,kami pun belum tahu jelas tentang tempatnya,maka kami sedikit tersesat,namun pada akhirnya kami menemukan tempatnya.
pada hari sabtu ini kami berencana untuk membuat 6 lubang terlebih dahulu,karena kemungkinan tidak akan selesai apabila dikerjakan langsung 10 lubang,selain karena waktu,juga karena kondisi tanah yang cukup keras untuk digali,tidak mungkin kami menggali 10 buah lubang sekaligus,dan menanam lubangnya dengan waktu hanya beberapa jam.
tahap awal yang kami lakukan adalah menggali tanah yang ingin kami tanami dengan pipa yang panjangnya adalah 50-75 cm dengan cangkul dan linggis.
tahap kedua adalah setelah lubang sudah berhasil kami gali cukup dalam,kira kira sekitar 1m,maka kami melanjutkan ke tahap selanjutnya yaitu memasukkan pipa yang telah kami lubangi,guna lubang tersebut adalah,agar air bisa keluar lewat lubang pipa tersebut dan air masuk kedalam tanah.
tahap ketiga ,pada tahap ini kami sudah berhasil memasukkan pipa kedalam tanah,namun kami tidak lupa untuk memberikan tutup untuk pipa yang telah kami masukkan di tanah,agar kaki masyarakat sekitar tidak tersangkut didalam lubang biopori yang telah kami buat tadi.
akhirnya ,kami selesai dengan 1 lubang biopori,untuk membuat satu lubang dibutuhkan waktu yang cukup lama,kira kira sampai 30 menit,hal ini disebabkan kondisi tanah yang cukup keras,karena kondisi tanah yang kering,serta banyak bebatuan yang menghalangi .
selanjutnya kami lanjutkan lagi hingga 6 lubang biopori,untuk 4 lubang biopori lagi,akan kami laksanakan pada hari yang akan datang,Terima kasih untuk membaca laporan saya mengenai tugas lubang biopori :)
Proses Pembuatan Lubang Biopori
Hari Pertama
Sabtu, 1 November 2014 adalah hari pertama kami dalam membuat lubang biopori yang ditugaskan oleh TFI (Teach For Indonesia) kepada mahasiswa Binus University. Kegiatan ini dilaksanakan di daerah Tangerang Selatan tepatnya di Yayasan Arrahman. Misi kami adalah membuat 10 lubang bipori yang mana dapat kami selesaikan 6 lubang terlebih dahulu. Tujuan pembuatan lubang biopori ini adalah sebagai resapan air agar tidak terjadi banjir.
Pertama - tama yang kami lakukan tentunya mengamati keadaan tanah di daerah tersebut. Dan keadaan tanah disana agak padat. Dengan keadaan seperti ini tentunya dapat mempersulit pengerjaan lubag biopori tersebut.
Lalu untuk membuat lubang biopori tersebut, pertama kami menggunakan cangkul untuk sedikit melubangi lubang biopori tersebut.
Lalu kami menggunakan linggis untuk memperdalam kedalaman lubang tersebut hingga kurang lebih 1 m.
Lalu setelah kedalaman lubang dirasa cukup, masukan pipa dengan panjang berukuran 50 - 75 cm yang telah dilubangi di setiap sisinya (Secukupnya saja).
lalu isi dengan daun kering, lalu tutup bagian atas pipa. Dan masukan kedalam lubang yang telah dibuat.
Lalu untuk proses selanjutnya adalah pengamatan hasil kerja kami sekaligus membuat 4 lubng biopori yang tersisa yang akan kami lakukan pada kegiatan di hari yang akan datang. Thank You>>>
Project Biopori
Hello, kami dari group projecttfi.blogspot.com dari Binus University Alam Sutera.
Blog ini akan menerangkan project biopori atau lubang biopori untuk mencegah banjir di Jakarta.
Lubang biopori itu adalah sebagai daerah resapan air agar tidak terjadi banjir di lingkungan sekitar kita tapi secara efektif nya kita jangan membuang sampah sembarangan.
Tanggal 1 November 2014 adalah tanggal kami membuat lubang biopori. Lokasi untuk membuat lubang biopori cukup jauh dari universitas kita. Sejauh ini kami berhasil membuat 6 lubang di hari pertama. Project ini dari TFI(Teach For Indonesia) yang disampaikan oleh dosen CB Pancasila di Universitas kami. Lokasi ini ada di daerah Tangerang Selatan.
Cara membuat lubang biopori cukup mudah, cuman membeli 10 pipa berdiameter 10 cm dan tinggi sekitar 50-75 cm. Jangan lupa juga membeli alat bor untuk biopori dan tutup pipa sebanyak 10 buah.
Untuk mengetahui cara membuat lubang biopori kami akan memberi tahu caranya:
1. Gali lubang untuk menaruh 10 pipa.

2. Setelah itu kami menggunakan linggis untuk memperdalam lubang.
3. Taruh sampah organik untuk menjadi daya resapan air.
4. Terakhir tutup lubang dan menunggu untuk keesokan harinya.
Setelah selesai membikin 6 lubang biopori selama 3 jam, kami pulang dengan lelah. Hari yang melelahkan bagi kita karena kondisi tanah yang padat menjadi tantangan untuk kita. Hari kedua tanggal 8 November 2014 adalah hari terakhir untuk membuat 4 lubang biopori dan kami cukup senang bisa menyeselesaikan lubang tersebut.
Blog ini akan menerangkan project biopori atau lubang biopori untuk mencegah banjir di Jakarta.
Lubang biopori itu adalah sebagai daerah resapan air agar tidak terjadi banjir di lingkungan sekitar kita tapi secara efektif nya kita jangan membuang sampah sembarangan.
Tanggal 1 November 2014 adalah tanggal kami membuat lubang biopori. Lokasi untuk membuat lubang biopori cukup jauh dari universitas kita. Sejauh ini kami berhasil membuat 6 lubang di hari pertama. Project ini dari TFI(Teach For Indonesia) yang disampaikan oleh dosen CB Pancasila di Universitas kami. Lokasi ini ada di daerah Tangerang Selatan.
Cara membuat lubang biopori cukup mudah, cuman membeli 10 pipa berdiameter 10 cm dan tinggi sekitar 50-75 cm. Jangan lupa juga membeli alat bor untuk biopori dan tutup pipa sebanyak 10 buah.
Untuk mengetahui cara membuat lubang biopori kami akan memberi tahu caranya:
1. Gali lubang untuk menaruh 10 pipa.

2. Setelah itu kami menggunakan linggis untuk memperdalam lubang.
3. Taruh sampah organik untuk menjadi daya resapan air.
4. Terakhir tutup lubang dan menunggu untuk keesokan harinya.
Setelah selesai membikin 6 lubang biopori selama 3 jam, kami pulang dengan lelah. Hari yang melelahkan bagi kita karena kondisi tanah yang padat menjadi tantangan untuk kita. Hari kedua tanggal 8 November 2014 adalah hari terakhir untuk membuat 4 lubang biopori dan kami cukup senang bisa menyeselesaikan lubang tersebut.
Subscribe to:
Posts (Atom)














